Apakah Kartografi Sepenting Itu dalam Perpetaan?

 Kartografi Itu Apa Sih?

Sejarah Kartografi 

    Ilmu kartografi dimulai pada tahun 600 SM. Bangsa Yunani dan Romawi adalah pionirnya. Kemudian filsuf Yunani Anaximander mulai membuat peta dunia pertama. Sementara itu, sebuah buku kartografi berjudul ``Geographia'' diterbitkan oleh Ptolemy yang jenius dari  Yunani.

    Ledakan kartografi yang sebenarnya di Barat datang bersamaan dengan perluasan imperium Eropa pertama, antara abad ke-15 dan ke-17. Awalnya, kartografer Eropa menyalin peta lama dan menggunakannya sebagai dasar untuk peta mereka sendiri, sampai penemuan kompas, teleskop, dan survei memungkinkan mereka untuk mencapai akurasi yang lebih besar.

Pengertian Kartografi

    Kartografi ( /kɑːrˈtɒɡrəfi/; berasal dari bahasa Yunani chartes χάρτης, “papirus, selembar kertas, peta”, dan graphein γράφειν, “tulis”) merupakan sebuah studi dan seni membuat dan mempelajari peta. Kartografi menggabungkan sains, estetika, dan teknik, untuk bisa menyatakan bahwa realitas (atau realitas yang dibayangkan) dapat dimodelkan dengan cara yang bisa mengomunikasikan informasi spasial secara efektif. 

    Jadi Kartografi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana cara membuat peta dengan nilai estetika yang baik dan dicampur dengan seni bagaimana cara penyajian peta sehingga mudah dibaca dan dimengerti. Sedangkan kartografer Adalah orang yang membuat peta.

Secara umum studi kartografi dibagi menjadi dua struktur:

  1. Kartografi Tematik: Ini adalah jenis peta yang hanya berfokus pada mempelajari aspek-aspek wilayah tertentu, karakteristik seperti jenis tanah, vegetasi, kepadatan populasi. Mereka dapat berupa negara, kota, dan lainnya
  2. Kartografi Umum: Bertanggung jawab untuk mempersiapkan tetapi juga mempelajari aspek atau karakteristik permukaan tanah dengan cara yang lebih umum dan luas untuk ditujukan kepada publik, seperti menggambarkan batasan geografis suatu benua atau suatu negara.

    Dalam pembuatan peta dasar, terdapat kaidah lainnya yang harus sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diterbitkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG). SNI dibedakan berdasarkan jenis peta dasar dan skalanya. Adapun SNI lainnya yang mengatur tentang cara perolehan data atau sumber data yang digunakan untuk pemetaan. Pada SNI tersebut, akan dijelaskan simbologi pada muka peta hingga tata letak peta dasar. Format tersebut sudah menjadi format yang baku di Indonesia

Manfaat Kartografi

    Adapun beberapa manfaat yang kita dapatkan ketika belajar terkait tentang ilmu kartografi, yaitu sebagai berikut :

  1. Perspektif yang Lebih Luas: Google Maps baru berumur sekitar 15 tahun. Sebelumnya, membuka peta berarti memperluas jangkauan Anda, dan mempelajari tempat-tempat yang jauh. Selain itu, membuka peta berarti kebebasan dari visi terowongan panah navigasi GPS. 

  2. Media Menyimpan Informasi: Kartografi memungkinkan kita untuk menyimpan dan mengakses informasi geografis dalam bentuk yang mudah dipahami dan untuk mengetahui kondisi komposisi dan letak pada kawasan yang berdasarkan tema tertentu. 

  3. Perencanaan dan Pengambilan Keputusan: Peta, sebagai produk kartografi, digunakan dalam berbagai bidang seperti perencanaan kota, manajemen bencana, dan transportasi untuk membantu dalam pengambilan keputusan.

Fungsi Kartografi

    Dalam kartografi memiliki beberapa fungsi penting, termasuk menetapkan persyaratan teknis dan pedoman penulisan penyajian peta. Berikut adalah fungsi peraturan dan SNI terkait Kartografi:

  1. Penetapan Persyaratan Teknis: Peraturan  dan SNI menetapkan persyaratan teknis yang harus dipenuhi saat membuat peta, termasuk spesifikasi representasi peta global pada berbagai skala, seperti skala 1: 25.000 dan skala 1: 50.000.
  2. Keakuratan Peta Penataan Ruang: Peraturan Pemerintah Nomor 08 Tahun 2013 mengatur tentang keakuratan peta penataan ruang yang penting bagi pembangunan daerah dan penataan ruang.
  3. Pedoman Penulisan pada Peta : Peraturan  dan SNI juga memberikan pedoman penulisan yang berlaku dalam tampilan peta, termasuk tata cara pengumpulan data di lapangan, peta dasar yang digunakan, unsur-unsur yang diperlukan dalam  peta, dan simbol-simbol dalam  peta.

Komentar